This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 07 Februari 2015

Sejarah Penulisan Al Hadits

A. HADIS PADA ZAMAN NABI

Membicarakan keberadaan hadis pada masa Nabi tidak bisa dipisahkan dengan bahasan tentang pribadi Nabi sendiri. Hal ini disebabkan oleh karena hadis adalah segala aktifitas yang berkaitan dengan diri Nabi. Oleh karena itu pada bab ketiga akan dibicarakan tentang proses-proses dan kegiatan Nabi di dalam mengajarkan hadis-hadis beliau tersebut.
Berdasarkan apa yang dikemukakan oleh Mustafa Azami (1992:27) ada tiga metode atau manhaj yang ditempuh oleh Nabi di ketika mengajarkan hadis-hadis tersebut. Adapun metode yang dimaksud adalah :
1. Metode Pengajaran Hadis secaara verbal/lisan.
2. Metode Pengajaran Hadis secara Tertulis
3. Demontrasi (Praktek aktual)
Berikut ini akan dibicarakan secara garis besar masing-masing dari ketiga jenis metode pengajaran hadis tersebut di atas.

Jumat, 30 Maret 2012

Toleransi

Rabu, 21 Maret 2012

BERIMAN KEPADA HARI AKHIR

IMAN KEPADA HARI AKHIR
IFTITAH
1.   Duduklah dengan tenang, khusyuk, dan tawaduk!
2.   Mulailah dengan ta'awuz dan basmalah!
3.   Perhatikan dengan saksama penjelasan dari guru agamamu!
4.   Hayatilah keimanan terhadap hari akhir dan ambillah hikmahnya ke dalam kehidupanmu sehari­-hari!
5.   Akhirilah pelajaran dengan membaca doa agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah!
Beriman kepada hari akhir (seringkali disebut hari kiamat) bagi seorang muslim adalah wajib hukumnya. Hari akhir merupakan salah satu rukun iman clan meyakini kehidupan akhirat tersebut adalah salah satu ciri orang-orang yang bertakwa. Kita harus meyakini akan tibanya hari akhirat di mana aural pada masa kehidupan manusia di dunia akan menemui pembalasan dengan seadil-adilnya.

Toleransi

AYAT-AYAT AL-QURAN TENTANG ANJURAN BERTOLERANSI
            

Standar Kompetensi :
1. Memahami ayat-ayat Al Qur’an tentang anjuran bertoleransi.

Kompetensi Dasar   : 
1.1. Membaca Q. S. Al Kafirun, Q.S. Yunus : 40 – 41, Q.S. Al Kahfi : 29. 
1.2. Menjelaskan arti  Q. S. Al Kafirun, Q.S. Yunus : 40 – 41, Q.S. Al Kahfi : 29
1.3. Membiasakan perilaku bertoleransi seperti terkandung dalam Q. S. Al Kafirun, Q.S. Yunus : 40 – 41, Q.S. Al Kahfi : 29.

A. QS. AL KAFIRUN
1.   Terjemahan ayat
    Terjemahan Q.S. Al Kaafirun , 109  : 1 - 6  adalah :
Katakanlah ( Muhammad), “ Wahai orang-orang kafir !  (1)
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, (2)
dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, (3)
dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4)
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah, (5)
untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (6)

Soal Try Out USBN PAI SMK Tahun 2012

Silahkan di buka atau di download soal Try Out USBN PAI SMK Tahun 2012 di sini

Minggu, 05 Februari 2012

7 (Tujuh) Kebiasaan Manusia Unggul

Materi ini saya dapat dari guruku yang bernama KH. Muchotob Hamzah, MM, beliau ini sangat menjadi idaman bagi para murid-muridnya.
Adapun tujuh kebiasaan manusia unggul itu adalah :
1. Mereka tidak pernah berhenti belajar
2. Mereka selalu bisa membantu atau melayani orang lain
3. Mereka mereadisasikan energi positif (selalu berhusnudzan = berbaik sangka)
4. Mereka selalu percaya pada orang lain
5. Mereka menjalani hidup secara seimbang
6. Mereka hidup sebagai petualangan (berani mencoba dan mencoba)
7. Mereka mempunyai kemampuan untuk memperbaiki diri
Itulah tujuh kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang yang unggul dan berhasil dalam hidupnya.

Kamis, 02 Februari 2012

Indahnya Berbaik Sangka (Husnudzan)

Hubungan baik antara manusia yang satu dengan yang lain, dan khususnya antara muslim yang satu dengan muslim lainnya merupakan sesuatu yang harus diupayakan dengan sebaik-baiknya.  
Hal ini karena Allah SWT telah menggariskan bahwa mu’min itu bersaudara (QS 49: 10). Oleh sebab itulah segala bentuk sikap dan sifat yang akan memperkokoh dan memantapkan persaudaraan harus ditumbuhkan dan dipelihara, sedangkan segala bentuk sikap dan sifat yang dapat merusak ukhuwah harus dihilangkan. Dan agar hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjalin dengan baik, salah satu sifat positif yang harus dipenuhi adalah husnuzh zhan (berbaik sangka).

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More