This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 Februari 2015

Filsafat Pendidikan




Di zaman Yunani, filsafat bukan merupakan suatu disiplin teoritis dan spesial, akan tetapi suatu cara hidup yang kongkret, suatu pandangan hidup yang total tentang manusia dan tentang alam yang menyinari seluruh kehidupan seseorang. Selanjutnya, dengan kehidupan atau perkembangan peradaban manusia dan problema yang di hadapinya, pengertian yang bersifat teoritis seperti yang di lahirkan filsafat Yunani itu kehilangan kemampuan untuk memberi jawaban yang layak tentang kebenaran peradaban itu telah menyebabkan manusia melakukan loncatan besar dalam bidang sains, teknologi, kedokteran dan pendidikan.
Perubahan itu mendorong manusia memikirkan kembali pengertian tentang kebenaran. Sebab setiap terjadi perubahan dalam peradaban akan berpengaruh terhadap sistem nilai yang berlaku, karena antara perubahan peradaban dengan cara berfikir manusia terdapat hubungan timbal balik. Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik. Karenanya pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan, organis, dinamis, guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan, melalui filsafat kependidikan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.

1.      Pengertian Filsafat Pendidikan
2.      Hubungan Filsafat dengan Filsafat Pendidikan
3.      Ruang Lingkup Filsafat
4.      Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan

KONSEP ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sebagai hasil dari pemikiran para filosuf, filsafat telah melahirkan berbagai macam pandangan dan aliran yang berbeda-beda. Pandangan-pandangan filosuf itu ada kalanya saling menguatkan dan ada juga yang saling berlawanan. Hal ini antara lain disebabkan oleh pendekatan yang mereka pakai juga berbeda-beda walaupun untuk objek dan masalah yang sama. Karena perbedaan dalam pendekatan itu, maka kesimpulan yang didapat juga akan berbeda. Perbedaan pandangan filsafat tersebut juga terjadi dalam pemikiran filsafat pendidikan, sehingga muncul aliran-aliran filsafat pendidikan.
Pendidikan memandang manusia sebagai obyek dan subyek. Dikatakan sebagai obyek karena manusia itu menjadi sasaran pendidikan, terutama dalam kapasitasnya sebagai makhluk yang sedang tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, ciri dari sifat pertumbuhan dan perkembangan itu menjadi perhatian pendidikan untuk dipengaruhi dan diarahkan. Sedangkan dikatakan sebagai subyek karena dengan potensinya manusia mempunyai daya untuk pengembangan diri yang seterusnya menjadi makhluk yang berkepribadian dan berwatak.
Sesuai dengan pernyataan di atas, maka pada makalah ini akan dijelaskan mengenai konsep aliran filsafat pendidikan progresivisme serta impikasinya terhadap peserta didik dalam pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
  1. Bagaimana konsep aliran filsafat pendidikan progresivisme itu?
  2. Siapa saja tokoh-tokoh aliran filsafat pendidikan progresivisme itu?
  3. Bagaimana implikasinya terhadap peserta didik dalam pendidikan?

Sabtu, 07 Februari 2015

administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan



KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyusun makalah ini yang berjudul ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PROFESI KEGURUAN dan SUPERVISI PENDIDIKAN.
Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah berjasa dalam penyusunan makalah ini.Pertama, kepada Drs. Aris Djinal selaku dosen pembimbing mata kuliah Profesi Kependidikan, kedua kepada pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan dan kekhilafan, karena itu, demi perbaikan makalah ini segala kritik, saran, tegur dan masukan yang membangun akan senantiasa kami terima dengan lapang hati. Semoga makalah ini bermanfaat, khususnya bagi para mahasiswa.

PROGRAM TINDAK LANJUT SUPERVISI AKADEMIK DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU




      A.     Pendahuluan
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.
Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. 

Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.
Meskipun demikian, supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran. Apabila di atas dikatakan, bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran, maka menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya. Penilaian kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran sebagai suatu proses pemberian estimasi mutu kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, merupakan bagian integral dari serangkaian kegiatan supervisi akademik. Agar supervisi akademik dapat membantu guru mengembangkan kemampuannya, maka untuk pelaksanaannya terlebih dahulu perlu diadakan penilaian kemampuan guru, sehingga bisa ditetapkan aspek yang perlu dikembangkan dan cara mengembangkannya.

Supervisi Pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN

1A.      Latar Belakang
              Jika mereka mengunjungi kelas dan mengamati guru yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar, serta mengisi insrtumen yang dibawa, berarti mereka suda hmelaksanakan kegiatan supervisi pengajaran.
                            Pemahaman konsep supervisi seperti yang ditunjukkan pada contoh di atas perlu diluruskan. Sebenarnya kegiatan yang dilakukan supervisor dalam contoh tersebut belum dapat dikatakan kegiatan supervisi pengajaran, sebab belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan kualitas penampilan guru dalammengajar.
Kehidupan manusia selalu dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena itu manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Begitu pula siswa, sebagai generasi bangsa masa yang akan datang, perlu dipersiapkan sedemikian rupa, sehingga mereka mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada di lingkungannya.
Sekolah sebagai lembaga yangdiserahi tugas dan tanggung jawab mempersiapkan generasi penerus perlu terlebih dahulu berbenah diri, antara lain membekali guru-guru dengan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk memperlancar tugas mereka sebagai guru. Salah satu cara yang dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan profesional guru adalah melalui supervisi.

Manfaat Fungsi Dan Tujuan Supervisi Pendidikan



Manfaat Fungsi Dan Tujuan Supervisi Pendidikan. Berikut adalah penjelasannya Tujuan supervisi pendidikan adalah terkait dengan tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pendidikan nasional pada khususnya, serta tujuan supervisi pendidikan itu sendiri.

Tujuan umum supervisi pendidikan adalah kedewasaan sedangkan tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Tujuan supervisi pendidikan
adalah membantu guru agar lebih mengerti/ menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah

Fungsi supervisi pendidikan
  1. Melaksanakan kepemimpinan pendidikan,
  2. Melaksanakan penelitian,
  3. Melaksanakan penilaian yang objektif, dan
  4. Melaksanaka pelayanan yang tepat.

SUPERVISI PENDIDIKAN (Pengertian, Tujuan, Prinsip)




A. Pengertian
1.    Pengertian supervisi Menurut Beberapa hal : 

Arti Supervisi menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik).
·         Secara morfologis, Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan – orang yang berposisi diatas, pimpinan terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata - mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki
·         Secara semantik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.
·         Secara Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan. 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More