Senin, 16 Januari 2012

Etika Dalam Berpakaian

A.   Tata Krama Berpakaian
Dalam ajaran Islam, kecenderungan memilih pakaian yang indah dan berhias itu bersifat fitrah. Kita berpakaian dan berhias adalah dalam rangka menjaga keindahan kita, karena Allah menyukai keindahan.
Allah Swt memberi peringatan agar manusia harus lebih sopan dan berbuat baik kepada sesama. Ditentukan bahwa pada saat-saat tertentu ketika akan bersujud kepada Allah supaya berpakaian yang baik.
Dalam ilmu fikih, ketentuan berpakaian dalam hal "menutup aurat" merupakan syarat syahnya ibadah, seperti salat. Secara umum ditetapkan ketentuan dilarang melihat aurat orang lain.
1.    Fungsi Pakaian
a.   Penutup aurat
Ketentuan fikih mengklasifikasi aurat itu menjadi dua macam. Pertama, aurat berat (mughallazha) yaitu kemaluan depan dan belakang (kubul-dubur). Bagian ini harus menjadi prioritas utama untuk ditutup. Kedua, aurat biasa yaitu bagian tubuh antara pusar dan lutut. Bagi perempuan seluruh tubuhnya, kecuali wajah (muka) dan kedua tangannya.
b.   Sebagai pelindung tubuh
Tubuh manusia sangat sensitif terhadap cuaca. Pada cuaca panas dan dingin pakaian yang melekat pada tubuh manusia akan melindunginya. Bukan hanya faktor cuaca, manusia yang berpakaian pun akan terlindung dari gigitan serangga, seperti nyamuk.
c.   Perhiasan
Pakaian yang sesuai dan serasi memberikan nilai etika (keindahan) kepada yang memakainya dan merupakan perhiasan untuk badannya. Si pemakai akan merasa percaya diri dengan pakaian yang dikenakannya.
d.   Menghindari dari gangguan iblis-setan
Pakaian yang baik dan sopan akan memberikan rasa aman, khususnya wanita yang berpakaian baik dan sopan, seperti pakaian muslim/berjilbab, akan terhindar dari gangguan pria berhati dan bermata iblis-setan. (QS. 7: 27):
"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman."

e.   Berpakaian merupakan ibadah kepada Allah Swt. (QS. Al-A'raf: 31)
f.   Menjadi ciri khas orang Islam. (QS. Al-Ahzab: 59)

B.   Etika Berpakaian
Text Box: Tadabur 
al-Quran

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59)

How terminologicals You about that sentence? 
Can be practiced deep life everyday
Add caption

1.    Islam Menyukai Kebersihan dan Kerapian

Rasulullah saw merupakan profil paling sempurna bagi kaum muslimin. Belaiau merupakan orang yang selalu berpenampilan rapi dalam setiap keadaan. Tentu saja apa yang beliau lakukan menjadi teladan bagi umatnya dan sunah untuk diikuti.
Berpenampilan rapi tidak selalu menuntut harga mahal dan terkesan glamour. Bahkan orang yang sehat akalnya, akan melakukan sesuatu berdasarkan fungsi dan manfaat, bukan hanya mengutamakan gengsi atau tuntutan penampilan. Begitu juga dengan pakaian, hendaklah seorang muslim yang bijak memilih pakaian berdasarkan pertimbangan fungsi dan manfaat. Dalam Islam setidaknya ada tiga fungsi pakaian bagi kaum muslimin:
a.   Fungsi religius
Maksudnya, pakaian dalam Islam berfungsi untuk menutup aurat yang sebenarnya bertujuan untuk menjaga kehormatan dan harga diri manusia. Nagi laki-laki, aurat yang harus ditutupi mulai dari bagian pusar sampai dengan lutut. Sementara bagi perempuan, seluruh bagian tubuhnya merupakan aurat, kecuali bagian wajah dan telapak tangan.
b.   Fungsi Estetika
Pakaian juga berfungsi untuk menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki jiwa seni. Berangkat dari fungsi inilah manusia bisa mengembangkan kreasinya dalam berbagai model demi menampilkan keindahan seni sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Hanya saja, model busana yang dikembangkan harus tetap disesuaikan dengan fungsi religius sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
c.   Fungsi Medis
Di samping untuk fungsi religius dan estetika, pakaian juga berfungsi untuk melindungi kesehatan manusia dari bebagai penyakit atau gangguan ala. Dengan mengenakan pakaian, tubuh manusia akan lebih terlindungi dan terjaga dengan baik.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More